Balon Ayam Trump dan 7 Aksi Protes Unik Lainnya dari Seluruh Dunia

10 Agustus 2017
|Romlah Sundari
2SHARES

Kemarin, para pengunjung Gedung Putih dibuat terkejut sekaligus keheranan dengan hadirnya balon besar berukuran 9 meter berbentuk ayam yang gaya rambutnya mirip Presiden Amerika Serikat yang baru, Donald Trump. Balon besar ini ada di area yang sangat strategis, tanah lapang di selatan Gedung Putih yang langsung mengarah ke Monumen Washington. Karena letaknya yang strategis dan terlihat dari segala arah, maka balon ayam ini menjadi sangat viral di media sosial dan diliput oleh banyak media Amerika Serikat.

Balon ayam ini berada di Gedung Putih pun bukan tanpa alasan. Balon ini merupakan bentuk protes terhadap Presiden Trump karena dianggap telah bermain ‘permainan ayam’ dengan Korea Utara, takut menghadapi persoalan dengan Putin, dan tidak mau melaporkan pembayaran pajaknya. Karena aksinya tersebut, maka Presiden Trump dianggap seperti ‘ayam’. Seperti yang mungkin telah kita ketahui, sebutan ‘ayam’ sering digunakan untuk mengejek mereka yang dianggap pengecut.

Aksi protes yang unik seperti ini namun bukanlah satu-satunya. Terdapat berbagai aksi protes yang unik dan berhasil meninggalkan kesan kuat di benak mereka yang melihatnya. Nah, berikut 7 aksi protes unik yang berhasil Yukepo kumpulkan. Yuk, kepo!

1. Balon bergambar wajah para pemimpin negara

Balon ayam Trump bukan satu-satunya balon yang pernah menjadi instrumen protes dari massa. Pada pertemuan G7 Summit yang berisikan negara-negara paling berkuasa di dunia, kelompok demonstran memasang balon-balon yang bergambar wajah para pemimpin negara-negara besar tersebut. Aksi ini dilakukan untuk mengingatkan para pemimpin negara untuk tidak hanya berisi ‘angin kosong’ dan membuat putusan-putusan yang bijak dan berarti bagi kepentingan bersama.

2. Mengecat tubuh dengan warna merah dan berbaring di jalanan Pamplona, Spanyol

Festival San Fermin yang dilangsungkan di jalanan Pamplona, Spanyol, setiap tahunnya, menjadi lokasi dari aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para aktivis kesejahteraan hewan Spanyol. Mereka melakukan aksi protes tidak dengan berteriak maupun melakukan aksi vandalisme lainnya. Kelompok pecinta hewan ini memilih untuk melepas semua pakaian mereka kecuali celana dalam, dan mengecat tubuh mereka dengan warna merah, lalu berbaring di tengah jalanan Pamplona yang digunakan untuk festival San Fermin. Protes ini dilakukan karena festival tahunan ini dianggap telah menyakiti kerbau yang digunakan dalam festival.

3. Mengecat jalanan dekat Arc de Triomphe, Paris, hingga terlihat seperti matahari

Monumen penting Paris, Arc de Triomphe, pada saat pertemuan UN Climate Summit tahun 2015, jika difoto dari ketinggian, akan nampak seperti matahari yang bersinar cerah. Hal ini dikarenakan jalanan di sekitar Arc de Triomphe telah dicat dengan warna kuning. Matahari Arc de Triomphe ini merupakan bentuk protes dari aktivis Greenpeace Paris yang menuntut hukum terkait perubahan iklim yang lebih ketat.

4. Massa masuk ke dalam kantong mayat dan berjajar di pantai Inggris

Jika kamu melihat foto ratusan kantong mayat yang berjajar rapi di sebuah pantai, jangan buru-buru mengiranya sebagai barisan mayat dari sebuah kecelakaan nahas di laut. Bisa jadi kantong mayat tersebut adalah aksi protes. Ya, pada 22 April 2015 lalu, organisasi kemanusiaan Amnesty International melangsungkan aksi protes terhadap pemerintah Inggris yang dianggap tidak cekatan menangani krisis pengungsi di timur tengah. Aksi protes tersebut melibatkan 200 orang aktivis yang berbaring dalam kantong mayat di pinggir sebuah pantai.

5. Menaruh sepatu kosong di Paris' Place de la Republique

Lagi, di Paris saat UN Climate Summit 2015, para aktivis hendak melakukan protes yang cukup besar di Paris’ Place de la Republique terkait peraturan mengenai perubahan iklim. Namun karena bertepatan dengan acara besar bertaraf internasional, pihak kepolisian melarang diadakannya aksi demonstrasi. Karena itu, para aktivis menaruh sepatu kosong mereka di paving yang ada di area public tersebut dengan rapi. Setiap sepatu melambangkan dukungan mereka terhadap peraturan yang komprehensif mengenai perubahan iklim dunia. Di antara sepatu-sepatu kosong ini, terdapat sepatu milik Paus Francis dan Sekjen PBB, Ban Ki Mun.

6. Bermain lumpur di Brazil

Demonstran di Rio de Janeiro, Brazil, bermain di air lumpur yang terletak di dekat headquarter sebuah perusahaan tambang Brazil, Vale. Hal ini dilakukan sebagai aksi protes terhadap kebocoran salah satu bendungan milik Vale yang berakhir membanjiri pemukiman warga dengan air lumpur. Peristiwa kebocoran ini membuat 10 orang tewas dan mencemari air di daerah sekitar.

7. Berpose layaknya daging potong yang dijual di supermarket

Sebuah kelompok pembela hak hewan yang bernama Anima Naturalis, melakukan aksi protes di jalanan Mexico City. Aksi protes ini namun bukanlah aksi biasa di mana demonstran berkumpul dan membawa poster-poster besar. Aksi protes ini jauh lebih berkesan kuat karena mereka tidak bersuara dan justru berbaring di antara lapisan styrofoam dan plastik layaknya daging hewan yang dijual di supermarket. Pemandangan ini pun dilengkapi dengan cairan merah layaknya darah yang membalur tubuh mereka dan stiker label bertuliskan ‘Carne Humana’ atau yang dapat diartikan sebagai ‘Daging Manusia’.

Aksi-aksi protes ini meski tanpa keributan maupun aksi vandalisme ternyata mampu menarik perhatian dan meninggalkan kesan yang lebih kuat di hati mereka yang melihatnya. Kampanye mengenai isu sosial menjadi lebih menarik dan mengundang simpati justru ketika dilaksanakan dengan damai dan secara kreatif. Mungkin metode-metode protes damai di atas dapat ditiru oleh para demonstran Indonesia, agar aksi massa tidak melulu dilakukan dengan berteriak, melambaikan poster, dan membakar ban hingga merusak fasilitas umum.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
2SHARES