7 Negara Ini Memperbolehkan Kewarganegaraan Ganda Lho, Mau Pindah?

31 Juli 2017
|Romlah Sundari

Beberapa minggu lalu kita dikagetkan oleh berita kewarganegaraan tokoh publik Zakir Naik yang dicabut oleh India dan membuatnya tidak memiliki status kewarganegaraan. Meski Zakir Naik memang sudah hampir setahun meninggalkan India, namun pencabutan status kewarganegaraan Zakir Naik berimbas pada tidak berlakunya paspor Zakir Naik pula. Dan sudah jelas, tanpa paspor, ulama yang satu ini tidak dapat bergerak kemanapun.

Kasus Zakir Naik ini menjadi ilustrasi mengenai betapa pentingnya status kewarganegaraan seseorang. Dengan memiliki status sebagai warga negara tertentu, kita berhak terhadap perlindungan dari negara tersebut dimanapun kita berada. Dan tentu saja jika ada hak, ada pula kewajiban. Sebagai warga negara, kita juga memiliki kewajiban yang harus ditunaikan kepada negara, seperti membayar pajak atau mengikuti aturan hukum yang berlaku. Jika seseorang sampai kehilangan atau tidak memiliki kewarganegaraan, maka tidak ada negara yang bertanggung jawab atas dirinya dan tidak ada negara yang melegalkan keberadaan dirinya.

Perkara kewarganegaraan ini sebenarnya cukup rumit, karena hukum terkait kewarganegaraan berbeda dari satu negara ke negara lain sehingga sangat rawan untuk terjadi bentrokan antara hukum satu negara dengan negara lain terkait status kewarganegaraan seseorang. Sebagaimana yang telah kita ketahui, Indonesia menganut sistem kewarganegaraan tunggal, yang berarti Indonesia tidak ingin diduakan dengan status kewarganegaraan dari negara lain. Akan tetapi, ada lho negara-negara yang memperbolehkan kewarganegaraan ganda. Penasaran? Berikut 7 negara yang memperbolehkan kewarganegaraan ganda!

1. Kanada

Kanada memperbolehkan kewarganegaraan ganda, bahkan menganjurkan warganya untuk memiliki kewarganegaraan lain. Warga negara Kanada dapat memperoleh kewarganegaraan lain tanpa menghapuskan statusnya sebagai warga negara Kanada. Begitupun mereka yang memiliki kewarganegaraan lain bisa memperoleh kewarganegaraan Kanada tanpa harus melepaskan status kewarganegaraan yang telah ia miliki.

2. Amerika Serikat

Amerika Serikat, seperti halnya Kanada, memperbolehkan dan menganjurkan kewarganegaraan ganda. Namun perlu diingat pula bahwa Amerika Serikat menarik pajak dengan jumlah yang cukup tinggi terhadap semua orang yang memegang status kewarganegaraan Amerika Serikat. Selain itu, proses untuk mendapatkan status kewarganegaraan Amerika tidaklah mudah ataupun murah.

3. Selandia Baru

Selandia Baru memperbolehkan kewarganegaraan ganda, atau bahkan lebih. Akan tetapi mereka yang berkewarganegaraan ganda dapat kehilangan statusnya sebagai warga negara Selandia Baru jika mereka dianggap melakukan hal-hal yang berlawanan dengan kepentingan negara Selandia Baru.

4. Australia

Australia, setelah tahun 2002, memperbolehkan kewarganegaraan ganda. Baik bagi warga negara Australia yang memperoleh kewarganegaraan lain, ataupun bagi penduduk permanen Australia yang mendapatkan status sebagai warga negara Australia meski telah memiliki status sebagai warga negara lain sebelumnya.

5. Swiss

Swiss merupakan negara yang memiliki peraturan yang cukup longgar terkait status kewarganegaraan. Negara maju ini memperbolehkan warga negaranya, maupun warga negara lain yang masuk ke Swiss melalui proses naturalisasi untuk mempertahankan status kewarganegaraan ganda. Bahkan, diperkirakan 60 persen warga negara Swiss memiliki kewarganegaraan ganda.

6. Turki

Sama seperti Swiss, Turki juga memiliki peraturan yang longgar terkait status kewarganegaraan. Turki memperbolehkan kewarganegaraan ganda, namun bagi warga negara Turki yang mendapatkan status sebagai warga negara lain, mereka harus menginformasikan mengenai perkara kewarganegaraan barunya kepada pemerintah Turki.

7. Jamaika

Jamaika memperbolehkan kewarganegaraan ganda, meski tidak tertulis secara jelas dalam konstitusinya. Pada praktiknya, warga negara Jamaika dapat memiliki kewarganegaraan lain tanpa melepas statusnya sebagai warga negara Jamaika, dan begitupun sebaliknya. Namun pemerintah Jamaika mengingatkan bahwa mereka yang berkewarganegaraan ganda wajib mengikuti aturan yang terdapat di negara asalnya dengan patuh.

Jadi, maukah kamu memiliki kewarganegaraan ganda? Sayangnya, Indonesia tidak memperbolehkan kewarganegaraan ganda. Sehingga jika kita memutuskan untuk mendapatkan kewarganegaraan lain, kita harus melepas status kita sebagai warga negara Indonesia.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
SHARES